Penabulu Koneksi-Karbon

  • RBP REDD+ for Results Period 2014-2016 GCF Output 2

    Penandatangan Perjanjian Kerjasama Proyek RBP REDD+ for Results Period 2014-2016 GCF Output 2 Kategori Pemanfaatan II BPDLH dan Lembaga
    Perantara untuk 13 Provinsi

  • Program Forest Carbon Partnership Facility (FCPF)

    Pembentukan Kelompok di Cagar Alam Teluk Adang, Kalimantan Timur

  • Program Forest Carbon Partnership Facility (FCPF)

    Persiapan Penyaluran dan Seremoni Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Dana RBP FCPF di Tingkat Nasional Tanggal 07 Mei 2024 di Ruang Rapat BPDLH

  • Program Kampung Iklim

    Sosialisasi Program Kampung Iklim yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah tanggal 20-21 Maret 2025

Latar

Penabulu Koneksi Karbon adalah sebuah inisiatif yang dikembangkan untuk memperkuat peran masyarakat sipil, komunitas lokal, dan berbagai pemangku kepentingan dalam agenda pengurangan emisi karbon di Indonesia. Melalui platform ini, Penabulu menghadirkan ruang kolaborasi yang menghubungkan organisasi masyarakat, pelaku usaha, akademisi, hingga pemerintah dalam mengelola pengetahuan, membangun kapasitas, serta merancang strategi aksi iklim yang terukur dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar pusat informasi, Koneksi Karbon berfungsi sebagai jembatan yang memastikan kontribusi komunitas lokal diakui, didukung, dan terintegrasi dalam sistem pengelolaan karbon nasional maupun global. Dengan pendekatan partisipatif dan berbasis keadilan iklim, Penabulu mendorong agar setiap inisiatif pengurangan emisi tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, Koneksi Karbon menjadi wadah kolektif untuk memperluas jejaring, memperkuat aksi, dan mewujudkan transisi menuju pembangunan rendah karbon di Indonesia.

Program

“Penabulu is a partner in implementing the project strenghtening Indonesia CSOs Capacity and Resilience in response the COVID-19 pandemic. It’s part of three years response in Indonesia. The project aims to build sustainability and resilience among no fewer than 200 CSOs in the 34 provinces of Indonesia, nation wide. The project will equiped with the necessary digital technology and it will help expand the capacity to support citizens, and expecially to strenghten and protection of the vulnerable communities.”

(Palembang, 26 Februari 2021)

Berita Media

© 2015 Penabulu Foundation