Menjalankan fungsi penggalangan sumber dana, penyaluran dan pengelolaan dana hibah, serta memfasilitasi advokasi kebijakan publik secara berjejaring; selain juga memberikan asistensi teknis dan peningkatan kapasitas organisasi dan pengelolaan program dan keuangan kepada mitra untuk mendukung skema hibah lain.

Melanjutkan cikal bakal peran Penabulu sebelumnya dalam mengimplementasikan program pada tingkat tapak dengan memaksimalkan kontribusi dari kantor cabang dan bekerjasama dengan jejaring mitra aliansi; dengan tetap menekankan pada kepemilikan dan penguatan kapasitas lokal pada setiap wilayah kerja.

Mengelola data, informasi dan pengetahuan yang dilahirkan dan dikelola Penabulu, mengembangkan kajian strategis, riset aksi dan advokasi berbasis data yang mendukung pencapaian tujuan organisasi; dan menjadi motor pengembangan kemitran yang efektif dengan lembaga penelitian/universitas, pemerintah pusat dan daerah.

Menyatukan sumber daya organisasi dalam tanggap bencana di Indonesia, menggalang sumber daya para pihak, menyalurkan bantuan dan logistik kemanusiaan dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan darurat dan pemulihan mata pencaharian masyarakat terdampak sesegera mungkin berbasis pemahaman atas sistem pasar lokal.

Civil Society Resource Organization

Bagi Masyarakat Sipil Indonesia yang Berdaya

Isu Strategis

Konsorsium Komunitas PENABULU-STPI

Eliminasi TBC Indonesia GC6 (2021 – 2023) & GC7 (2024 – 2026)

Konsorsium Komunitas Penabulu – STPI merupakan kolaborasi antara Yayasan Penabulu dan Yayasan Kemitraan Strategis Tuberkulosis Indonesia (Stop TB Partnership Indonesia/STPI). Konsorsium Komunitas Penabulu – STPI adalah Principle Recipients (PR) dari The Global Fund untuk Program TBC Komunitas GC6 (2021-2023) & GC7 (2024-2026). Program ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta komunitas dalam mengupayakan layanan TBC & TB-HIV yang berkualitas dan berpihak pada pasien sesuai dengan Strategi Nasional Penanggulangan Tuberkulosis Indonesia 2020-2024 dan Peraturan Presiden No 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis.

Program ini akan mendukung Strategi 2 dan 5 serta Bagian ke-lima Perpres 67. Program fokus pada upaya pelacakan dan penemuan Tuberkulosis (TBC) oleh komunitas, memperkuat pelayanan Tuberkulosis (TBC) yang berbasis pada Hak Asasi Manusia (HAM) dan kesetaraan jender serta kolaborasi dan kerja sama dengan pemerintah dan mitra kerja. Program dilaksanakan pada periode GC6 (2021 – 2023) & GC7 (2024 – 2026) di 30 Provinsi dan mencakup 190 Kabupaten/Kota yang menjadi prioritas karena beban kasus >1.000 dan secara total 87% dari beban Tuberkulosis (TBC) Nasional.

Kanal Online Layanan Aduan, Evaluasi dan Aspirasi (KOLEGA) adalah kanal resmi Yayasan Penabulu yang terbuka bagi publik untuk menyampaikan umpan balik secara aman dan transparan. Sistem ini dirancang untuk memperkuat akuntabilitas dan berkontribusi bagi peningkatan kualitas implementasi program serta layanan Yayasan Penabulu.

Hotline Safeguarding

© 2015 Penabulu Foundation