Pendukung Program
Catastrophe Fund – GHT-OI
Dokumen
–
Anggaran
EUR 78.287
Periode
Periode program: 15 Desember 2025 – 15 Februari 2026
Uraian
Pada akhir November 2025, peristiwa hidrometeorologi menyebabkan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang meluas di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, berdampak pada 50 kabupaten dan kota. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan yang meluas pada rumah-rumah, fasilitas dan infrastruktur publik, mengganggu mata pencaharian, serta menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi. Data resmi menunjukkan ratusan korban jiwa, ratusan orang hilang, dan ribuan orang mengalami luka-luka, bersamaan dengan kerusakan pada lebih dari 157.000 rumah serta kerugian besar pada fasilitas kesehatan, sekolah, tempat ibadah, jembatan, dan infrastruktur penting lainnya. Jumlah masyarakat yang harus mengungsi semakin bertambah di beberapa kabupaten di Aceh, yang menunjukkan besarnya skala dan urgensi kebutuhan kemanusiaan, sementara curah hujan yang masih berlangsung dan jaringan jalan yang rusak terus membatasi akses ke komunitas terdampak.
Kondisi terkait Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL/WASH) sangat kritis, dengan sumber air yang terkontaminasi dan sanitasi yang tidak memadai di pusat-pusat pengungsian meningkatkan risiko penyakit dan masalah perlindungan, terutama bagi perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas. Ramainya pos pengungsian, kurangnya privasi, dan pencahayaan yang buruk telah meningkatkan risiko kekerasan berbasis gender dan tekanan psikososial. Kebutuhan mendesak meliputi dukungan hunian darurat, paket kebersihan, sarana penyimpanan air yang aman, serta layanan perlindungan yang dikoordinasikan melalui subklaster terkait.
Sebagai respons, Penabulu memulai tanggap darurat awal dengan memobilisasi dana skala kecil untuk mendukung delapan organisasi lokal dan menyebarluaskan Laporan Situasi pertama kepada mitra kemanusiaan untuk mencari dukungan tambahan. Penabulu secara aktif berpartisipasi dalam mekanisme koordinasi di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional, bekerja sama erat dengan aktor kemanusiaan lokal dan nasional, termasuk organisasi yang dipimpin oleh perempuan, untuk memastikan respons yang dipimpin secara lokal, inklusif, dan responsif gender.
Respons berskala yang lebih besar juga didukung oleh pendanaan internasional, salah satunya dimanfaatkan untuk proyek respons darurat yang berfokus di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Singkil. Barang bantuan WASH, bahan hunian darurat, dan intervensi perlindungan dimasukkan dalam desain intervensi berdasarkan kebutuhan yang diprioritaskan.
Pendukung Program
Program ini didukung oleh Catastrophe Fund – GHT-OI, periode program 15 Desember 2025 – 15 Februari 2026, dengan total dukungan dana sebesar EUR 78.287




