Pendukung Program
Bolton Food
Dokumen
No. 15.057/PENABULU/V/2026
Anggaran
EUR 14.400
Periode
Periode program: 15 Mei 2026 – 15 Desember 2026
Uraian
Program Human Rights Impact Assessment (HRIA) pada Rantai Nilai Tuna Bolton Food di Indonesia merupakan bagian dari kemitraan strategis antara Oxfam dan Bolton Food dalam memperkuat implementasi Human Rights Due Diligence (HRDD) pada tata kelola rantai nilai tuna global. Perkembangan perdagangan internasional telah mentransformasi industri tuna menjadi jaringan produksi lintas negara yang menghubungkan nelayan, perusahaan pengolahan, eksportir, perusahaan multinasional, lembaga sertifikasi, pelaku logistik, hingga pasar ritel internasional. Dalam konfigurasi tersebut, penciptaan nilai ekonomi tidak hanya ditentukan oleh proses produksi, tetapi juga oleh tata kelola hubungan komersial, standar keberlanjutan, akses terhadap pasar, serta mekanisme koordinasi antaraktor yang membentuk distribusi manfaat, risiko, dan tanggung jawab di sepanjang rantai nilai.
Di sisi lain, integrasi industri tuna ke dalam jaringan produksi global juga menghadirkan tantangan yang semakin kompleks. Aktor yang memiliki akses terhadap pasar, merek, standar mutu, serta jaringan distribusi global cenderung memiliki kapasitas yang lebih besar dalam menentukan praktik pengadaan, spesifikasi produksi, maupun mekanisme perdagangan. Sebaliknya, pekerja, nelayan skala kecil, perempuan pekerja, serta komunitas pesisir sering kali berada pada posisi yang lebih rentan terhadap tekanan efisiensi produksi, perubahan permintaan pasar, maupun berbagai risiko sosial yang muncul dari dinamika perdagangan global. Dalam konteks tersebut, berbagai persoalan hak asasi manusia dipahami tidak hanya sebagai persoalan kepatuhan di tingkat perusahaan, tetapi juga sebagai bagian dari dinamika tata kelola rantai nilai yang membentuk hubungan antara penciptaan nilai ekonomi dan distribusi risiko sosial di sepanjang proses produksi.
Berangkat dari konteks tersebut, program ini bertujuan memahami bagaimana keputusan bisnis, praktik pengadaan, hubungan dagang, dan mekanisme tata kelola rantai nilai memengaruhi penghormatan terhadap hak asasi manusia di Indonesia. Program ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan Human Rights Impact Assessment yang sebelumnya dilakukan di Ekuador, Maroko, dan Kolombia, dengan Indonesia menjadi negara berikutnya yang dipilih untuk memperluas cakupan asesmen. Berbeda dengan asesmen sebelumnya yang berfokus pada fasilitas produksi milik perusahaan, pelaksanaan di Indonesia menggunakan pendekatan rantai nilai secara menyeluruh (whole-of-value-chain approach) sehingga memungkinkan analisis dilakukan mulai dari aktivitas penangkapan ikan, perdagangan bahan baku, pengolahan hasil perikanan, hingga hubungan bisnis dengan pasar internasional sebagai satu kesatuan sistem ekonomi. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi dampak hak asasi manusia sekaligus analisis terhadap akar penyebab (root causes) yang membentuk maupun mereproduksi berbagai bentuk kerentanan sosial di sepanjang rantai nilai.
Program dilaksanakan menggunakan metodologi Human Rights Impact Assessment (HRIA) yang dikembangkan Oxfam dengan mengacu pada United Nations Guiding Principles on Business and Human Rights (UNGPs) serta OECD Due Diligence Guidance for Responsible Business Conduct. Metodologi tersebut mencakup analisis konteks, pemetaan dampak hak asasi manusia, analisis akar penyebab, validasi multipihak, serta penyusunan rekomendasi yang menjadi dasar pengembangan Company Action Plan. Seluruh proses dilakukan melalui pendekatan meaningful stakeholder engagement yang menempatkan para pemegang hak (rights holders) sebagai pusat asesmen melalui keterlibatan pekerja, nelayan, komunitas pesisir, organisasi masyarakat sipil, pemerintah, akademisi, asosiasi industri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sebagai mitra pelaksana nasional, Penabulu mendukung pelaksanaan analisis konteks Indonesia, pemetaan pemangku kepentingan, pengembangan instrumen penelitian, pelaksanaan wawancara dan diskusi kelompok terarah di berbagai wilayah, pengumpulan dan analisis data lapangan, serta fasilitasi proses validasi bersama berbagai aktor yang terlibat dalam rantai nilai tuna. Pendekatan tersebut memastikan bahwa rekomendasi yang dihasilkan tidak hanya memperkuat sistem manajemen risiko perusahaan, tetapi juga menghasilkan pembelajaran mengenai bagaimana tata kelola rantai nilai dapat mendorong praktik bisnis yang lebih transparan, inklusif, akuntabel, dan menghormati hak asasi manusia.
Pada akhirnya, program ini diharapkan menghasilkan pemetaan yang komprehensif mengenai dinamika hak asasi manusia dalam industri tuna Indonesia sekaligus memberikan dasar bagi pengembangan strategi keberlanjutan sosial perusahaan yang lebih efektif. Lebih luas lagi, hasil asesmen diharapkan berkontribusi pada penguatan tata kelola sektor perikanan melalui peningkatan praktik bisnis yang bertanggung jawab, penguatan perlindungan terhadap pekerja dan nelayan, pengembangan dialog multipihak, serta terciptanya rantai nilai perikanan yang lebih adil, berkelanjutan, dan mampu menyeimbangkan penciptaan nilai ekonomi dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Pendukung Program
Program ini didukung oleh Bolton Food, periode program 15 Mei 2026 – 15 Desember 2026, dengan total dukungan dana sebesar EUR 14,400




