Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN)

YKAN/SAMARINDA/PENA102521

IDR 267.000.000

Periode program: 28 Oktober 2021 – 19 Februari 2022

Uraian

Konsep pembangunan Kaltim Hijau yang dideklarasikan pada tahun 2010, merupakan wujud dari kesepakatan dan semangat kebersamaan para pihak pembangunan di Kalimantan Timur. Dalam upaya percepatan (akselerasi) capaian program transformasi pembangunan ekonomi berbasis pemanfaatan sumberdaya alam terbaharukan, kolaborasi–kerjasama dari semua eleman pembangunan harus dibangun dan dikembangkan. Untuk melibatkan lebih banyak para pihak dan inisiatif yang memungkinkan agar tujuan-tujuan Kaltim Green dapat dicapai secara luas dan merata, maka dibangunlah apa yang kemudian disebut dengan Green Growth Compact (GGC) atau Kesepakatan Para Pihak Pembangunan Kaltim Hijau.

Compact yang dalam terjemahan bebas berarti kesepakatan para pihak yang tidak mengikat, merupakan pembangunan komitmen-komitmen pada tingkat tapak untuk mendukung komitmen pada tingkat yang lebih luas. Prosesnya akan mendukung negosiasi dan pengembangan kesepakatan antara para pihak yang menekankan pada kerjasama yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan pembangunan hijau. GGC merupakan “kerangka kesepakatan” yang menyediakan petunjuk dan wadah bagi para pihak yang akan mengembangkan rencana dan kebijakan yang lebih operasional, dan berbagai aksi berbasiskan peraturan dan kebijakan yang ada, serta sistem operasi perusahaan yang telah terbangun untuk mencapai tujuan bersama. Secara sederhana dapat dinyatakan bahwa GGC adalah wadah dari proses penguatan dan perluasan kolaborasi para pihak untuk mencapai tujuan bersama. Dalam kerangka programatik, program kesepakatan pembangunan hijau atau GGC merupakan pendukung dari tercapainya seluruh tujuan dan cita-cita program Kaltim Hijau. Tujuan Kaltim Hijau untuk menurunkan emisi, mengurangi deforestasi, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi di seluruh provinsi Kaltim. Upaya dukungan ini diciptakan melalui keterlibatan para pemangku kepentingan dari seluruh lapisan di Kaltim. Tidak saja dari kelompok pelaku usaha swasta, tetapi juga institusi pemerintahan daerah, pemerintah pusat, serta kelompok swadaya masyarakat hingga perguruan tinggi.

Dalam hal pelaksanaan di Kalimantan Timur, Dewan Daerah Perubahan Iklim Kalimantan Timur dengan dukungan dari mitra strategis akan menjadi organisasi terdepan yang akan memfasilitasi proses komunikasi, koordinasi dan pelaksanaan, baik yang menyangkut pembangunan kesepakatan, penyusunan peta jalan dan rencana detil maupun pelaksanaan dan pemantauan kesepakatan-kesepakatan yang dibangun.

Hingga saat ini telah terbangun 11 inisiatif model yang dianggap dapat memberikan pembelajaran bagi upaya- upaya untuk mencapai tujuan-tujuan Kaltim Hijau. Kesebelas inisiatif model ini lebih ditumpukan pada berbagai upaya berbasis lahan atau mitigative. Inisiatif model ini akan terus berkembang terutama akan bertambah pada upaya-upaya adaptatif bagi penurunan emisi dan perbaikan lingkungan di Kaltim.

Dari kesebelas inisiaitif model yang terbangun, sebagian besar dikembangkan melalui organisasi penumpu atau back bone organization. Fungsi organisasi ini menjadi pendorong dan pemantik dari proses-proses kolaborasi yang dibangun bersama. Untuk tujuan bergulirnya proses-proses di dalam inisiatif model ini, diperlukan sumberdaya. Karenanya penting untuk mendukung tersedianya sumberdaya pendanaan yang berkelanjutan baik bagi inisiatif model maupun bagi back bone organization.

Pendukung Program

Program ini didukung oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) berdasarkan kerja sama YKAN/SAMARINDA/PENA102521 pada tanggal 28 Oktober 2021 dengan total dukungan dana sebesar IDR 267.000.000,-