Pendukung Program
Program FOLUR UNDP
Dokumen
Kontrak PS/2025/10482120
Anggaran
Rp. 1.501.610.000
Periode
Periode program: 08 Desember 2025 – 30 Juni 2026
Uraian
Indonesia dikenal secara global sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, didukung oleh keberadaan hutan hujan tropis yang luas, ekosistem mangrove yang ekstensif, serta tingginya kekayaan flora dan fauna endemik. Ekosistem hutan Indonesia juga berperan penting sebagai penyerap karbon, pengatur iklim regional, penyangga keseimbangan hidrologi, serta sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat pedesaan dan masyarakat adat. Namun, dalam dua dekade terakhir, tekanan dari ekspansi pertanian, pembangunan infrastruktur, dan industri ekstraktif telah menyebabkan degradasi lingkungan yang signifikan, khususnya akibat pengembangan komoditas seperti kelapa sawit, kakao, kopi, dan padi yang belum sepenuhnya didukung oleh perencanaan tata guna lahan yang berkelanjutan.
Sebagai produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia dan pemasok utama berbagai komoditas strategis, Indonesia memegang posisi penting dalam rantai pasok global. Di satu sisi, sektor-sektor ini memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, terutama di wilayah perdesaan. Namun di sisi lain, pengembangannya juga memicu dampak negatif berupa deforestasi, hilangnya keanekaragaman hayati, degradasi lahan gambut, konflik tenurial, serta peningkatan emisi gas rumah kaca. Lemahnya tata kelola dan perencanaan penggunaan lahan di wilayah-wilayah frontier memperbesar risiko konversi kawasan bernilai konservasi tinggi dan area yang sensitif secara ekologis.
Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Indonesia bersama Global Environment Facility (GEF), UNDP, dan FAO menginisiasi Proyek Food Systems, Land Use, and Restoration (FOLUR). Proyek nasional ini mendorong transformasi sistem pangan dan penggunaan lahan melalui penerapan praktik produksi komoditas yang berkelanjutan, restorasi ekosistem, serta pendekatan pengelolaan lanskap terintegrasi. Pendekatan Integrated Landscape Management (ILM) menjadi inti FOLUR, dengan menekankan keterpaduan antara perlindungan lingkungan, pembangunan ekonomi, dan inklusi sosial melalui koordinasi lintas sektor dan penyelarasan kebijakan dengan kondisi ekologi. Pendekatan ini juga berkontribusi langsung pada target nasional dan global, termasuk konservasi keanekaragaman hayati, ketahanan iklim, dan pencapaian agenda FOLU Net Sink 2030.
Provinsi Papua Barat Daya, yang resmi terbentuk pada tahun 2022, ditetapkan sebagai salah satu provinsi prioritas dalam Proyek FOLUR. Wilayah ini memiliki bentang alam yang masih relatif utuh, mencakup hutan primer, lahan gambut, mangrove, serta sistem pengelolaan berbasis adat yang kuat. Meskipun tingkat pembangunan infrastruktur dan pertanian komersial masih terbatas, provinsi ini menghadapi tekanan yang meningkat dari rencana investasi komoditas, pembukaan akses jalan, dan agenda pembangunan ekonomi baru. Studi awal seperti Targeted Scenario Analysis (TSA) dan penilaian High Conservation Value/High Carbon Stock (HCV/HCS) di Kabupaten Sorong telah menghasilkan data dasar yang penting, namun hingga kini belum terintegrasi dalam satu kerangka perencanaan tingkat provinsi yang operasional dan berkelanjutan.
Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung penyusunan dan implementasi Rencana Pengelolaan Lanskap Terpadu (Integrated Landscape Management/ILM) tingkat Provinsi Papua Barat Daya. Rencana ini akan menjadi dasar perencanaan pembangunan yang menyeimbangkan produksi komoditas, konservasi ekosistem, dan kebutuhan masyarakat. Melalui kajian kebijakan dan data dasar, analisis spasial berbasis SIG dan penginderaan jauh, penilaian kesesuaian lahan dan daya dukung lingkungan, serta proses partisipatif multipihak, rencana ILM akan disusun dan divalidasi. Hasil yang diharapkan mencakup dokumen ILM yang komprehensif dan dapat diimplementasikan, peta zonasi perlindungan–produksi–restorasi, kerangka kelembagaan dan pemantauan, serta penguatan kapasitas dan mekanisme kolaborasi untuk memastikan pembangunan di Papua Barat Daya berjalan secara inklusif, berkelanjutan, dan tangguh terhadap perubahan iklim.
Pendukung Program
Program ini didukung oleh Program FOLUR UNDP, periode program 1 Januari 2025 – 31 Desember 2026, dengan total dukungan dana sebesar Rp 1.501.610.000




