Robert Bosch Stiftung

Grant Letter

€ 20,000.

Periode program: 31 Agustus 2017 – 28 Februari 2018

Uraian

Organisasi Masyarakat Sipil telah tumbuh dan menyesuaikan dirinya bersamaan dengan perkembangan dinamika Indonesia pada periode transisi setelah Orde Baru runtuh. Periode transisi yang kemudian diwarnai tumbuhnya ‘seribu tunas’, tumbuhnya organisasi-organisasi masyarakat sipil baru, dengan keberagaman posisi, bentuk, dan isu. Organisasi Masyarakat Sipil tumbuh dengan pendanaan dari lembaga donor.

Indonesia dewasa ini telah menjadi salah satu negara dengan pendapatan menengah atau Middle Income Country. Kondisi global dalam waktu yang teramat singkat telah menyebabkan peta dan pola dukungan dari lembaga donor begitu berubah. Banyak donor yang sudah mulai mengurangi fokus kerjanya di Indonesia untuk membantu negara lain yang lebih membutuhkan. Kondisi ini menyebabkan banyak organisasi di Indonesia tidak siap menghadapi perubahan dan menjadi mati suri atau meningkatnya “turn out” dari organisasi-organisasi yang tidak memiliki donor ke organisasi yang masih mendapatkan dukungan dana.

Penguatan peran organisasi masyarakat sipil dalam pembangunan berkelanjutan jelas membutuhkan dukungan sumberdaya. Tapi, sejatinya, bagaimana kita harus memandang relasi ‘keterbutuhan’ ini? Apa yang menjadi sumber daya utama dalam upaya mengawal inisiatif bersama? Sumber daya tidak bisa lagi hanya didefinisikan sebagai dukungan dana. Partisipasi dan keterlibatan publik, bahkan kini telah jauh lebih berharga. Kemitraan, jejaring, aliansi ataupun sindikasi telah menjadi tuntutan strategi. Dukungan sumber daya bersumberkan dana CSR, atau dukungan swadaya komunitas serta hasil penggalangan dana publik akan menjadi celah alternative.

Penabulu bekerjasama dengan Robert Bosh Stiftung melakukan Pelatihan Mobilisasi Sumber Daya untuk 90 Organisasi Masyarakat Sipil di 6 Wilayah di Indonesia antara lain Banda Aceh, Yogyakarta, Bogor, Balikpapan, Makassar dan Lombok. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan kemampuan organisasi terutama bagi para pimpinan dalam melakukan mobilisasi sumber daya sebagai salah satu upaya untuk keberlanjutan kerja-kerja organisasi.

  • Tujuan/ Dampak: Pemberdayaan dan keberlanjutan Organisasi Masyarakat Sipil di Indonesia.
  • Hasil: Memperkuat kapasitas Organisasi Masyarakat Sipil di Indonesia dalam pengelolaan dan penggerakan sumber daya organisasi.
  • Output: Peningkatan pemahaman dan keterampilan pimpinan Organisasi Masyarakat Sipil dalam pengelolaan sumber daya dan mobilisasi sumber daya

Pendukung Program

Program ini didukung oleh Robert Bosch Stiftung, dengan total dukungan dana sebesar € 20,000.