The Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture (SEARCA)

SEARCA MOA Ref. No. 23-005

USD. 14.999

01 Maret 2023 – 01 September 2023

Uraian

Petani di wilayah Grobogan mengembangkan okra sebagai komoditas alternatif yang dapat menjamin harga lebih stabil, sebab komoditas beras dan jagung memiliki kerentanan yang tinggi terhadap harga pasar. Petani sering mengalami kerugian saat musim panen akibat fluktuasi harga pasar yang tidak terkendali. Okra (Abelmoschus esculentus) merupakan tanaman yang berasal dari benua Afrika yang buahnya banyak dikonsumsi sebagai sayuran dan obat. Selain memiliki nilai gizi yang tinggi, komoditas ini juga merupakan produk potensial untuk ekspor. Komoditas okra di Kabupaten Grobogan telah melibatkan 150 petani dengan luas lahan 100 ha. Namun, dalam pengembangan pertanian okra tantangan yang muncul adalah daya tawar petani dalam menentukan harga komoditas okra relatif rendah.

Yayasan Penabulu telah mengembangkan alat tracking dan traceability berbasis blockchain untuk komoditas pertanian melalui platform DAKOTA, sebuah dashboard pengolahan data untuk melacak rantai pasokan hingga rantai pasar komoditas pertanian. Platform ini bertujuan untuk mewujudkan ketertelusuran produk/transparansi pasokan komoditas dan data harga sepanjang rantai nilai, meningkatkan kepatuhan terhadap standar ICS (Internal Control System), memperluas/memperbaiki jaringan pemasaran, meningkatkan pendapatan petani dan mendorong penerapan praktik pertanian berkelanjutan.  Proyek penelitian ini dilakukan untuk studi kelayakan dengan memanfaatkan platform DAKOTA untuk memperkuat rantai pasok dan keterlacakan komoditas okra di Grobogan, Jawa Tengah. Penelitian ini juga akan memberikan solusi inovatif menggunakan platform digital (DAKOTA) untuk mendata komoditas Okra sehingga memudahkan perusahaan dan| petani untuk menelusuri rantai produksi komoditas yang akuntabel.

Secara umum tujuan dari proyek ini adalah untuk menilai peluang implementasi platform DAKOTA dan kerjasama multi-stakeholder untuk memperkuat rantai pasokan dan ketertelusuran komoditas okra. Secara khusus tujuan dari proyek ini adalah:

  1. Menentukan peluang digitalisasi dalam penanganan, penyimpanan, pengemasan, transportasi, dan perdagangan komoditas okra.
  2. Menentukan peluang kemitraan untuk kolaborasi multi-stakeholder dalam penguatan rantai pasok dan ketertelusuran komoditas okra

Sasaran

Proyek penelitian ini memiliki target penerima manfaat sebagai berikut:

  1. Komunitas petani okra. Kajian ini akan melibatkan empat komunitas okra di wilayah Grobogan, Jawa Tengah. Ketiga komunitas ini beranggotakan 150 petani okra dengan luas lahan 100 hektar.
  2. Pemerintah desa di tiga kecamatan: Godong, Penawangan, dan Karang Rayung.
  3. Pemerintah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
  4. PT KAM, perusahaan yang bergerak di bidang industri sayuran mentah, dengan produk utama Edamame, dan belum mengembangkan okra untuk ekspor.

Pendukung Program

Program ini didukung oleh The Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture (SEARCA) berdasarkan dokumen SEARCA MOA Ref. No. 23-005, periode 01 Maret 2023 – 01 September 2023 dengan total dukungan dana sebesar USD. 14.999, lokasi kerja Grobogan, Jawa Tengah.