Program FOLUR UNDP

Kontrak PS/2025/10479525

Rp 1.562.220.000

Periode program: 01 Desember 2025 – 30 Juni 2026

Uraian

Program Pengembangan Kesesuaian Lahan dan Daya Dukung Lingkungan untuk Zonasi Spasial di Tingkat Kabupaten dirancang sebagai respon atas tantangan meningkatnya tekanan terhadap sumber daya alam di Indonesia akibat ekspansi komoditas pertanian dan ekstraktif, yang kerap mengorbankan keberlanjutan lingkungan dan sosial. Di tengah peran strategis komoditas seperti kopi, kelapa sawit, kakao, dan padi bagi perekonomian nasional dan mata pencaharian masyarakat, diperlukan pendekatan perencanaan tata guna lahan yang berbasis sains, kontekstual, dan adaptif. Program ini berada dalam kerangka Proyek FOLUR (Food Systems, Land Use and Restoration) yang didukung GEF dan diimplementasikan bersama kementerian terkait serta UNDP dan FAO, dengan fokus pada lima kabupaten prioritas: Aceh Tengah, Mandailing Natal, Sanggau, Luwu, dan Sorong.

Tujuan utama program ini adalah membangun landasan ilmiah yang kuat untuk perencanaan dan zonasi spasial di tingkat kabupaten yang mampu menyeimbangkan pembangunan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan keadilan sosial. Secara khusus, program bertujuan menilai kesesuaian lahan multi-kriteria untuk komoditas utama, menentukan daya dukung dan ketahanan lingkungan, serta merancang kerangka zonasi spasial terpadu yang adaptif terhadap perubahan iklim dan dinamika pembangunan. Seluruh analisis dilakukan dengan mempertimbangkan empat skenario pembangunan, dari Business as Usual hingga Pembangunan Berkelanjutan Optimal, guna memahami trade-off dan implikasi jangka panjang dari berbagai pilihan kebijakan dan penggunaan lahan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, program ini melaksanakan serangkaian kegiatan teknis dan partisipatif yang komprehensif. Kegiatan utama meliputi analisis biofisik (tanah, topografi, iklim, dan sumber daya air), penilaian daya dukung lingkungan (keanekaragaman hayati, hidrologi, stok karbon, risiko bencana, dan layanan ekosistem), serta integrasi hasilnya ke dalam pengembangan zonasi spasial berbasis SIG. Program ini juga menekankan keterlibatan multipihak melalui konsultasi publik, pengakuan penggunaan lahan adat dan tradisional, serta pengembangan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat dalam perencanaan tata ruang dan pengelolaan lanskap berkelanjutan.

Hasil yang ingin dicapai dari program ini adalah tersedianya peta kesesuaian lahan dan daya dukung lingkungan beresolusi tinggi, kerangka zonasi spasial terpadu yang operasional, serta pedoman teknis dan alat pendukung keputusan yang dapat langsung digunakan oleh pemerintah kabupaten. Selain itu, program ini akan menghasilkan rekomendasi kebijakan dan rancangan teknis untuk integrasi zonasi ke dalam RTRWK, sistem pemantauan dan evaluasi yang mendukung manajemen adaptif, serta materi pelatihan untuk memastikan keberlanjutan implementasi. Secara keseluruhan, program ini diharapkan menjadi fondasi bagi perencanaan tata guna lahan yang lebih tangguh, inklusif, dan berwawasan jangka panjang, sekaligus mendukung konservasi keanekaragaman hayati, ketahanan iklim, dan kesejahteraan masyarakat lokal.                     

Pendukung Program

Program ini didukung oleh Program FOLUR UNDP, periode program 01 Desember 2025 – 30 Juni 2026, dengan total dukungan dana sebesar Rp 1.562.220.000