Project Manager – Business and Human Rights
Tantangan dalam bidang bisnis dan hak asasi manusia (BHR) masih menjadi isu krusial di Indonesia, khususnya pada sektor-sektor berorientasi ekspor yang terhubung dengan rantai pasok global. Meskipun Indonesia memiliki keterkaitan erat dengan pasar-pasar utama, seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Asia Timur, kesenjangan dalam pengawasan dan akuntabilitas masih menyebabkan pekerja dan masyarakat terpapar pada pelanggaran hak asasi manusia serta dampak lingkungan yang merugikan.
Sektor perikanan menggambarkan tantangan tersebut dengan jelas. Rantai pasok yang kompleks dan terfragmentasi—mulai dari kapal penangkap hingga fasilitas pengolahan dan pembeli internasional—menyulitkan penerapan praktik yang inklusif dan bertanggung jawab. Berbagai bukti menunjukkan adanya permasalahan yang terus berlanjut, termasuk kerja paksa, kondisi kerja yang tidak layak, persoalan upah, serta ketimpangan gender, disertai dengan degradasi lingkungan yang mengancam keberlanjutan mata pencaharian jangka panjang.
Risiko-risiko ini menyoroti pentingnya memperkuat penerapan uji tuntas hak asasi manusia (Human Rights Due Diligence/HRDD) oleh pelaku usaha, serta memastikan bahwa komitmen global dapat diwujudkan menjadi perbaikan nyata di tingkat lokal.
Program ini menerapkan pendekatan BHR dengan memberdayakan masyarakat pesisir dan pekerja sebagai pemegang hak, memperkuat organisasi masyarakat sipil (OMS) untuk melakukan advokasi berbasis bukti, serta melibatkan sektor swasta guna meningkatkan akuntabilitas. Dengan memanfaatkan rantai pasok produk perikanan sebagai titik masuk utama, program ini bertujuan untuk mendorong terciptanya sistem yang lebih transparan, lebih bertanggung jawab, dan lebih tangguh di Indonesia serta di kawasan Asia secara lebih luas.
Untuk mendukung pelaksanaan program ini, Yayasan Penabulu mengundang kandidat yang memenuhi kualifikasi untuk melamar posisi sebagai Project Manager – Business and Human Rights (Manajer Proyek – Bisnis dan Hak Asasi Manusia). Kandidat terpilih akan bertanggung jawab memimpin perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program di Indonesia, serta memastikan koordinasi yang efektif dengan para mitra di tingkat nasional, regional, dan global.
Tujuan Posisi:
Memimpin pelaksanaan program Bisnis dan Hak Asasi Manusia secara efektif melalui penguatan praktik bisnis yang bertanggung jawab, pemberdayaan pemegang hak (rightsholders), serta peningkatan akuntabilitas di sepanjang rantai pasok sektor perikanan dengan menggunakan Pendekatan Berbasis Hak Asasi Manusia (Human Rights-Based Approach/HRBA).
Lokasi:
Berkedudukan di Kantor Penabulu Jakarta, dengan kemungkinan melakukan perjalanan ke lokasi proyek.
Ruang Lingkup Pekerjaan:
- Memimpin keseluruhan pelaksanaan program secara efektif, efisien, dan berorientasi pada hasil, serta memastikan seluruh kegiatan dilaksanakan sesuai dengan rencana kerja, jadwal, dan target yang telah disetujui. Hal ini mencakup pengelolaan sumber daya, pengambilan keputusan strategis, serta penyesuaian pelaksanaan program berdasarkan perkembangan di lapangan.
- Memastikan seluruh kegiatan program mengintegrasikan Pendekatan Berbasis Hak Asasi Manusia (HRBA) dan prinsip keberlanjutan lingkungan, khususnya dalam sektor perikanan. Termasuk mendorong praktik yang bertanggung jawab di sepanjang rantai pasok, seperti penghormatan terhadap hak pekerja, perlindungan masyarakat pesisir, serta pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.
- Memperkuat koordinasi multipihak dan kolaborasi antara masyarakat pesisir, organisasi masyarakat sipil (CSO), pelaku sektor swasta, institusi pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya. Tanggung jawab ini mencakup fasilitasi dialog, pembangunan kemitraan strategis, serta memastikan partisipasi yang bermakna dari seluruh pihak dalam mencapai tujuan program.
- Memastikan tercapainya keluaran (output) dan hasil (outcome) program sesuai dengan rencana kerja melalui penerapan sistem monitoring, evaluasi, dan pembelajaran yang efektif. Termasuk mengawasi kualitas pelaksanaan program, memastikan pelaporan yang tepat waktu dan komprehensif, serta memanfaatkan data dan pembelajaran untuk meningkatkan dampak dan keberlanjutan program.
Kualifikasi:
- Minimal gelar Sarjana (S1) di bidang ilmu sosial, ilmu politik, sosiologi, perikanan, atau bidang relevan lainnya.
- Memiliki pemahaman yang kuat tentang Bisnis dan Hak Asasi Manusia (BHR).
- Memiliki pengalaman yang dibuktikan dalam penelitian, pengumpulan data, dan penulisan laporan.
- Mampu berkoordinasi dan berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta, organisasi masyarakat sipil (CSO), dan pemerintah.
- Memiliki keterampilan interpersonal dan koordinasi yang baik.
- Menguasai bahasa Inggris dengan sangat baik, baik lisan maupun tulisan.
- Memiliki minimal 4 tahun pengalaman profesional yang relevan.
Kualifikasi Tambahan (Nilai Plus):
- Memiliki pengalaman dalam isu rantai pasok sektor perikanan.
- Memahami isu gender dan inklusi sosial.
- Memiliki pengalaman yang kuat dalam manajemen proyek, termasuk perencanaan, pelaksanaan, dan koordinasi.
Informasi Pelamar:
Apabila Anda memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan dan tertarik untuk melamar, silakan mengisi formulir berikut: https://bit.ly/Penabulu-PMBHR
Batas waktu pendaftaran: 17 April 2026, pukul 17.00 WIB
Nilai-Nilai dan Komitmen Yayasan Penabulu
Yayasan Penabulu berkomitmen untuk mencegah segala jenis perilaku yang tidak diinginkan di tempat kerja termasuk pelecehan seksual, eksploitasi dan penyalahgunaan, kurangnya integritas dan pelanggaran keuangan; dan berkomitmen untuk mempromosikan kesejahteraan anak-anak, remaja, orang dewasa, dan penerima manfaat yang bekerja sama dengan Yayasan Penabulu. Yayasan Penabulu mengharapkan semua staf dan sukarelawan untuk berbagi komitmen ini melalui kode etik kami. Yayasan Penabulu menempatkan prioritas tinggi untuk memastikan bahwa hanya mereka yang memiliki dan menunjukkan nilai-nilai di atas untuk bekerja bersama Yayasan Penabulu.
Semua aplikasi pekerjaan yang ditawarkan oleh Penabulu akan didasarkan pada pemeriksaan/penyaringan yang sesuai untuk catatan kriminal dan pemeriksaan keuangan terkait dengan terorisme. Yayasan Penabulu akan meminta informasi kepada pelamar kerja melalui tempat kerja sebelumnya tentang temuan-temuan kekerasan seksual dan pelecehan seksual selama bekerja atau insiden-insiden yang sedang diselidiki. Ketika pelamar meninggalkan pekerjaannya, dengan mengirimkan lamaran, pelamar telah memahami prosedur rekrutmen dari Yayasan Penabulu.
Yayasan Penabulu berkomitmen untuk memastikan keberagaman dan kesetaraan gender dalam organisasi dan mendorong pelamar dari berbagai latar belakang untuk melamar.
Syarat dan Ketentuan
- Yayasan Penabulu hanya akan menghubungi kandidat yang terpilih melalui email hr@penabulu.id;
- Yayasan Penabulu tidak memungut biaya pembayaran yang berhubungan dengan proses rekrutmen;
- Yayasan Penabulu tidak bertanggung jawab atas informasi palsu yang didapatkan oleh para pelamar;
- Yayasan Penabulu akan melakukan pemeriksaan latar belakang terhadap kandidat yang telah melalui seluruh proses rekrutmen.




