Call for Proposal – Anticipatory Action Readiness Study
Asia Community Preparedness and Transformation (ACT) Phase 2 in Indonesia
Yayasan Penabulu mengundang lembaga konsultan, organisasi riset, perguruan tinggi, maupun konsultan independen yang memenuhi kualifikasi untuk mengajukan proposal dalam pelaksanaan: Anticipatory Action Readiness Study.
Tentang Program
Asia Community Preparedness and Transformation (ACT) merupakan program multi-negara yang dilaksanakan di Indonesia, Filipina, Nepal, dan Bangladesh untuk memperkuat kapasitas komunitas rentan dan aktor kemanusiaan lokal dalam kesiapsiagaan, pengurangan risiko bencana, sistem peringatan dini, dan pendekatan Anticipatory Action (AA).
Di Indonesia, ACT Phase 2 dilaksanakan oleh Yayasan Penabulu bekerja sama dengan CIS Timor di tiga desa rawan banjir di Provinsi Nusa Tenggara Timur:
- Desa Bena, Kabupaten Timor Tengah Selatan
- Desa Meusin, Kabupaten Timor Tengah Selatan
- Desa Motaulun, Kabupaten Malaka
Tujuan Penugasan
Studi ini bertujuan untuk:
- Menilai kesiapan operasional sistem Anticipatory Action untuk risiko banjir.
- Mengidentifikasi dan menilai trigger threshold yang relevan dan dapat dioperasionalkan.
- Menilai kesiapan kelembagaan, tata kelola, dan mekanisme pengambilan keputusan.
- Menilai kesiapan sistem pembiayaan dan mekanisme penyaluran bantuan.
- Menilai kesiapan masyarakat, kepercayaan terhadap sistem peringatan dini, dan kapasitas untuk bertindak lebih awal.
- Menyusun rekomendasi praktis untuk penguatan sistem Anticipatory Action di wilayah sasaran.
Ruang Lingkup Pekerjaan
Konsultan akan melaksanakan studi yang mencakup:
- Flood Risk and Trigger Readiness Assessment
- Institutional and Governance Readiness Assessment
- Financial and Delivery System Readiness Assessment
- Community Readiness and Inclusion Assessment
- Scenario-Based Operational Readiness Analysis
- Synthesis and Recommendations
- Cross-Cutting Analytical Framework
Pendekatan studi yang diharapkan adalah qualitative-led mixed methods, dengan metode utama berupa:
- Key Informant Interviews (KII)
- Focus Group Discussions (FGD)
- Observasi Lapangan
- Studi Kasus
- Survei terbatas (jika diperlukan)
Deliverables
Konsultan akan menghasilkan:
- Inception Report
- Field Assessment
- Technical Analysis
- Draft Anticipatory Action Readiness Study Report (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris)
- Final Anticipatory Action Readiness Study Report (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) dan Supporting Documents.
Periode Penugasan
Total durasi penugasan adalah 30 hari kerja, yang direncanakan berlangsung pada periode Juli – Agustus 2026.
Kualifikasi Konsultan
Konsultan atau tim konsultan diharapkan memiliki:
- Pengalaman dalam studi, asesmen, atau penelitian terkait Anticipatory Action, Disaster Risk Reduction (DRR), Early Warning System (EWS), atau kesiapsiagaan bencana.
- Pengalaman melakukan penelitian lapangan dan analisis data di sektor kemanusiaan atau pembangunan.
- Pemahaman yang kuat mengenai DRM, EWS, flood risk management, dan pendekatan Anticipatory Action.
- Pengalaman dalam Cash and Voucher Assistance (CVA), financial delivery systems, atau market systems menjadi nilai tambah.
- Kemampuan analisis kualitatif yang kuat.
- Kemampuan menulis laporan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
- Pengalaman menerapkan safeguarding, gender equality, disability inclusion, dan prinsip-prinsip perlindungan dalam penelitian.
- Pengetahuan mengenai konteks Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi nilai tambah.
Dokumen yang Harus Disampaikan
Peminat diminta mengirimkan:
- Proposal Teknis yang memuat:
- Pemahaman terhadap TOR
- Pendekatan dan metodologi
- Rencana kerja
- Jadwal pelaksanaan
- Pendekatan safeguarding dan etika penelitian
- Komposisi Tim dan CV
- Proposal Finansial yang mencakup:
- Professional fee
- Biaya perjalanan
- Biaya operasional
- Perhitungan pajak
- Term of payment yang diusulkan
- Informasi ketersediaan waktu pelaksanaan
- Contoh pekerjaan sejenis yang relevan
Cara Pengiriman Proposal
Proposal teknis dan finansial dikirimkan melalui email kepada:
Dengan subjek email:
Proposal – Anticipatory Action Readiness Study – [Nama Konsultan/Perusahaan]
TOR lengkap dapat diunduh disini
Batas Waktu Pengiriman Proposal:
Jumat, 3 Juli 2026, pukul 17.00 WIB
Hanya kandidat yang masuk dalam daftar pendek yang akan dihubungi untuk proses selanjutnya.
Yayasan Penabulu berhak menerima atau menolak proposal yang masuk tanpa kewajiban memberikan alasan kepada peserta.





