Panggilan Pengajuan Proposal – Penyusunan Manual Praktik Hortikultura dan Cerita Perubahan untuk Ketahanan Bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT)
Yayasan Penabulu melalui proyek Asia Community Disaster Preparedness & Transformation (ACT) di Indonesia, bekerja bersama dengan Circle of Imagine Society (CIS) Timor, dengan dukungan Oxfam America (OUS), membuka kesempatan bagi konsultan individu, tim, organisasi, maupun lembaga yang memiliki pengalaman relevan untuk mengajukan proposal dalam kegiatan penyusunan manual praktik hortikultura berbasis penghidupan untuk mendukung ketahanan masyarakat terhadap bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Latar Belakang
Program Asia Community Disaster Preparedness & Transformation (ACT) di Indonesia merupakan bagian dari inisiatif regional yang dilaksanakan di Indonesia, Bangladesh, Nepal, dan Filipina. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan masyarakat melalui pengurangan risiko bencana (PRB), kepemimpinan lokal, dan praktik penghidupan berkelanjutan.
Di Indonesia, program dilaksanakan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Malaka, mencakup Desa Motaulun, Meusin, dan Bena. Salah satu pendekatan yang dikembangkan dalam program ini adalah praktik hortikultura sebagai strategi untuk memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga, ketahanan pangan, dan kapasitas adaptasi masyarakat terhadap ancaman seperti kekeringan dan cuaca ekstrem.
Seiring dengan enam tahun pelaksanaan program, berbagai pengalaman dan praktik baik di tingkat komunitas perlu didokumentasikan, termasuk praktik hortikultura sebagai alternatif livelihood dalam konteks pengurangan risiko bencana (disaster risk reduction/DRR). Dalam penugasan ini, produk pengetahuan yang akan dihasilkan berupa manual atau panduan praktis yang berbasis pengalaman lapangan. Panduan ini akan mendokumentasikan proses, pendekatan, pembelajaran, serta faktor pendukung dalam pengembangan praktik hortikultura untuk memperkuat ketahanan masyarakat, serta dilengkapi dengan case stories yang menangkap pengalaman serta dampak praktik livelihood terhadap individu, rumah tangga, dan komunitas. Panduan diharapkan menjadi referensi yang aplikatif dan dapat digunakan untuk pembelajaran, replikasi, maupun pengembangan program serupa di masa mendatang oleh fasilitator komunitas, masyarakat, organisasi masyarakat sipil, dan pihak lainnya.
Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini bertujuan untuk:
- Mendokumentasikan dan mensistematisasikan proses penerapan praktik hortikultura di komunitas sasaran;
- Menyusun seri manual/panduan praktis yang dapat digunakan untuk replikasi dan pengembangan program;
- Menghasilkan cerita singkat perubahan (short case stories) yang menggambarkan dampak praktik penghidupan terhadap individu dan rumah tangga; serta
- Mengidentifikasi pembelajaran, tantangan, dan faktor keberhasilan utama dari implementasi program.
Ruang Lingkup Pekerjaan
Konsultan/tim terpilih akan bertanggung jawab untuk menghasilkan dokumen-dokumen ini dalam format bilingual (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris):
- Laporan Inception (Inception report)
Laporan awal yang memuat metodologi, alat pengumpulan data, rencana kerja, pilihan cerita kasus, serta struktur manual yang akan dikembangkan.
- Manual Praktik Hortikultura (Livelihood manuals)
Penyusunan manual praktis dan mudah digunakan yang mencakup:
- Tahapan perencanaan dan pelaksanaan praktik hortikultura;
- Pemeliharaan dan keberlanjutan;
- Faktor pendukung dan risiko;
- Pendekatan partisipatif yang melibatkan perempuan, pemuda, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.
Penggunaan elemen visual seperti foto, ilustrasi, grafik, maupun multimedia sangat dianjurkan.
- Cerita Perubahan / Studi Kasus (Case stories/case studies)
Penyusunan cerita singkat berbasis pengalaman masyarakat yang menggambarkan:
- Dampak sosial dan ekonomi;
- Perubahan kapasitas ketahanan masyarakat;
- Peran, partisipasi, tantangan, dan kepemimpinan kelompok masyarakat dalam kegiatan penghidupan.
- Presentasi Temuan (Presentation of findings)
Penyusunan dan presentasi slide PowerPoint berisi ringkasan temuan dan rekomendasi kepada Penabulu dan mitra proyek.
Metodologi
Kegiatan akan menggunakan pendekatan kualitatif dan partisipatif melalui:
- Wawancara mendalam (Key Informant Interviews/KII);
- Focus Group Discussion (FGD);
- Observasi lapangan; dan
- Telaah dokumen program.
Seluruh proses diharapkan menghasilkan dokumen yang praktis, kontekstual, mudah dipahami, dan berbasis pengalaman nyata masyarakat.
Durasi Kegiatan
Kegiatan akan dilaksanakan selama 6 minggu pada periode Juni–Juli 2026.
Kualifikasi Konsultan
Konsultan/tim diharapkan memiliki:
- Pengalaman dalam penyusunan manual, modul, atau panduan teknis;
- Pengetahuan mengenai pertanian berkelanjutan, hortikultura, atau penghidupan tangguh iklim;
- Pemahaman tentang pengurangan risiko bencana dan ketahanan masyarakat;
- Pengalaman bekerja dengan komunitas dan pendekatan GEDSI;
- Kemampuan riset kualitatif dan pengelolaan pengetahuan;
- Kemampuan menulis dan menyusun konten yang baik dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris;
- Pengalaman atau pemahaman konteks Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi nilai tambah.
Link ToR: https://bit.ly/PenabuluACT_CallProposal
Dokumen Pengajuan Proposal
Peserta diminta mengirimkan:
- Proposal teknis;
- Proposal finansial;
- Profil lembaga/konsultan;
- CV tim/personel yang terlibat; dan
- Portofolio atau contoh pekerjaan relevan (jika ada).
Batas Waktu Pengiriman
Proposal dikirim paling lambat pada:
15 Juni 2026, pukul 17.00 WIB
ke email: pengadaan@penabulu.id
Dengan subjek email: “Proposal Penyusunan Manual Praktik Hortikultura”
Hanya kandidat terpilih yang akan dihubungi untuk proses selanjutnya.





